7:02 pm - Friday August 29, 2014

Archive: Sampang Subscribe to Sampang

Martono Guru Terfavorit 2014

Written by | 29/08/2014 | 0
TERFAVORIT: General Manager JPRM Moh. Tojjib (tiga dari kiri) didampingi Sekkab Sampang Puthut Budi Santoso (empat dari kiri) bersama Ketua TP PKK Sampang Anik Amanillah Fannan Hasib (empat dari kanan) beserta jajaran forpimda, dan peraih guru favorit di Pendapa Sampang, kemarin.
SAMPANG - Resepsi Anugerah Guru Favorit dan Berprestasi 2014 di Pendapa Bupati kemarin (28/8) berlangsung meriah. Acara ini dihadiri sejumlah praktisi pendidikan dan pejabat di lingkungan Pemkab Sampang. Dalam kegiatan bergengsi yang digelar Jawa Pos Radar Madura (JPRM) dan Disdik Sampang ini, guru SMAN 1 Sampang Martono, berhasil meraih juara pertama dan dinobatkan sebagai guru terfavorit 2014. Martono berhasil meraih predikat guru terfavorit I dari 25 guru favorit yang masuk dalam nominasi Anugerah Guru Favorit 2014. Untuk terfavorit II, diraih guru SDN Jatra Timur, Kecamatan Banyuates Agustina Ningsih. Sedangkan guru terfavorit III diraih guru asal SMPN 1 Sreseh, Siti Hamamah. Dalam sambutannya, Kepala Biro JPRM Sampang Moh. Sugianto mengatakan, jika pelaksanaan penganugerahan guru favorit

Galeri Kemeriahan Anugerah Guru Favorit dan Berprestasi 2014

Written by | 29/08/2014 | 0
SUKSES: General Manager JPRM M. Tojjib memberikan hadiah penghargaan kepada peraih anugerah guru favorit di Pendapa Sampang, kemarin.
                                    Acara ini deselenggaranakan dan didukung oleh :               ———————————— Dipostingkan oleh Administrator radarmadura.co.id – Jawa Pos Radar Madura

Setelah Minta Maaf, RSUD Sampang Kini Bela Perawat

Written by | 29/08/2014 | 0
IGD: Warga di depan instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Sampang.
SAMPANG - Kasus tewasnya Siti Hafsah, warga Jalan Aji Gunung pada Senin sore (25/8) memikat perhatian publik Kota Bahari. Sebab, warga Kelurahan Gunong Sekar, Kecamatan Kota Sampang itu meninggal dunia karena terjadi miskomunikasi antara dokter dan perawat. Hal itu sesuai dengan hasil rapat di internal rumah sakit yang disampaikan Yuliono selaku Humas RSUD Sampang. Meski pihak rumah sakit enggan menjelaskan alasan tidak mengambil tindakan medis terhadap Siti Hafsah, tapi Yuliono mewakili institusinya sudah menyampaikan permohonan maaf dalam pemberitaan sebelumnya. Sebab, dia mengakui terjadi miskomunikasi antara dokter dengan perawat yang ada di ruangan Anggrek. Alih-alih memberi sanksi tegas terhadap perawat maupun dokter yang kurang sopan dalam pemberian pelayanan, pihak RSUD Sampang malah

Penyertaan Modal BPRS BAS Rp 5 M Tanpa Payung Hukum

Written by | 29/08/2014 | 0
radar madura
SAMPANG – Pengesahan dana penyertaan modal ke BPRS Bakti Artha Sejahtera (BAS) Sampang disorot Tamsul selaku Ketua Madura Development Watch (MDW). Sebab, kebijakan tersebut akan memicu masalah baru jika tidak disertai peraturan daerah (perda). ”Penyertaan modal seperti itu tidak sah. Seharusnya, saat paripurna Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), penyertaan modal itu tidak didok. Itu menyalahi ketentuan,” ujarnya. Menurut Tamsul, niat pemkab melakukan investasi malah akan menyisakan masalah. Sebab, kasus yang sama juga terjadi saat pengalihan dana hibah dari PT Sampang Mandiri Perkasa (SMP) ke PT Geliat Sampang Mandiri (GSM) yang akhirnya menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dia menuding pemkab terlalu ceroboh karena membuat kebijakan tanpa payung hukum yang jelas. ”Jika

Guru Berprestasi Harus Jadi Pionir

Written by | 29/08/2014 | 0
BERI HADIAH: Moh. Tojjib selaku General Manager JPRM menyerahkan hadiah kepada peraih juara AGF Tahun 2014 di Pendapa Bupati Sampang, kemarin.
SAMPANG – 25 guru yang terpilih sebagai guru berprestasi dan favorit dalam ajang Anugerah Guru Favorit (AGF) dan Prestasi Tahun 2014 prakarsa Disdik Sampang bersama Jawa Pos Radar Madura (JPRM) diharapkan bisa menjadi pionir bagi tenaga pendidik dan murid-muridnya. Hal itu disampaikan Moh. Tojjib selaku General Manager JPRM saat menyampaikan sambutan dalam acara Resepsi AGF dan Prestasi Tahun 2014 di Pendapa Bupati Sampang, kemarin (28/8). Menurut Moh. Tojjib, guru merupakan faktor terpenting penggerak dunia pendidikan. ”Jika gurunya semakin berkualitas, saya yakin mereka nantinya bisa mencetak murid-murid yang berkualitas pula. Kalau empat kabupaten di Madura sudah memiliki guru dan murid berkualitas, itu akan mendongkrak derajat pendidikan,” katanya dengan mimik wajah serius. Moh.

Lahan Garam Terisolasi

Written by | 29/08/2014 | 0
KONVENSIONAL: Seorang nelayan melintasi lahan pegaraman rakyat di Desa Disanah, Kecamatan Sreseh.
DARI Kecamatan Jrengik Tim Ekspedisi Pulau Garam melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Sreseh. Kecamatan ini merupakan kecamatan paling barat di Kabupaten Sampang.  Berdasarkan data Pugar 2013, luas areal garam rakyat di kecamatan ini mencapai 1.712,2 hektare. Areal tersebut tersebar di delapan desa. Areal garam di masing-masing desa luasnya tidak sama. Jika diurut dari desa yang memiliki lahan garam paling luas, posisi pertama adalah Desa Disanah. Di desa ini terdapat  991,1 hektare lahan garam. Selanjutnya Desa Marparan 459,9 hektare, Desa Sreseh 125 hektare, Desa Taman 82 hektare, Desa Plasah 26,1 hektare, Desa Labang 11,8 hektare, Desa Klobur 8,9 hektare, dan Desa Labuhan 7,5 hektare. Di antara delapan desa tersebut, ada dua desa yang secara geografis berbeda dengan desa lainnya di Kecamatan

Anggota Dewan Belum Bisa Kerja, Desak Segera Bentuk Alat Kelengkapan

Written by | 28/08/2014 | 0
RAPI: 45 anggota DPRD Sampang Periode 2014-2019 foto bersama usai diambil sumpahnya, beberapa hari lalu.
SAMPANG – Meski sudah tiga hari diambil sumpahnya menjadi anggota dewan, para legislator belum bisa bekerja hingga kemarin (27/8). Sebab, alat kelengkapan dewan belum terbentuk. Karena itu, anggota dewan mendesak ketua sementara segera menetapkan dan menyusun alat kelengkapan dewan. ”Anggota dewan belum bisa bekerja karena posisi dan penempatannya belum jelas,” ujar salah seorang Anggota DPRD Sampang, Moh. Hodai. Menurut Moh. Hodai, peran dewan dalam mengontrol anggaran sangat diperlukan untuk mengetahui sejauh mana serapan anggaran dinas. Sebab, perubahan anggaran keuangan (PAK) sudah selesai dan mulai dikerjakan oleh masing-masing dinas. ”Saat ini mendekati bulan akhir anggaran, sementara serapan anggaran dinas masih minim. Ini harus diawasi oleh dewan. Karena itu, kami mendesak

Senin, Laporkan Abdul Azis ke DKPP

Written by | 28/08/2014 | 0
KONSISTEN: Puji Raharjo memegang data yang akan dijadikan bahan laporan ke DKPP.
SAMPANG – Kasus dugaan keterlibatan salah seorang komisioner KPU Sampang yang pernah menjadi pengurus PKPI bakal memasuki babak baru. Sebab, salah seorang pengurus Partai NasDem Puji Raharjo akan melaporkan Abdul Azis Agus Priyanto ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Senin (1/9) mendatang. ”Saya berpendapat, pengakuan dan kesaksian sejumlah pihak sudah memenuhi syarat untuk diajukan ke DKPP. Selain berkas miliknya, pemberitaan di sejumlah media massa akan dijadikan data tambahan. Kami juga akan mendatangkan para saksi,” ujarnya. Menurut Puji Raharjo, upaya melalui proses hukum dirasa perlu untuk menegakkan demokrasi dan pembelajaran politik bagi masyarakat Sampang. Menurutnya, perundang-undangan yang menjadi landasan hukum harus ditegakkan. Apalagi, ketentuan yang berkaitan

Tempuh Sespim, Kasatreskrim Dijabat Pj

Written by | 28/08/2014 | 0
PAPARAN: Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan, kemarin.
SAMPANG – Karena mulai hari ini menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri, AKP Jeni Aljauza harus menanggalkan jabatannya sebagai Kasatreskrim Polres Sampang terhitung mulai kemarin (27/8). Dalam waktu dekat, Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar akan segera menunjuk Penjabat (Pj) Kasatreskrim. Kapolres AKBP Imran Edwin Siregar mengatakan, proses pergantian itu bukan mutasi. Sebab, Jeni Aljauza sedang menempuh studi di Sespim selama empat bulan ke depan. Untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan Jeni Aljauza, pihaknya akan segera mengangkat salah seorang perwira menjadi Pj Kasatreskrim. ”Kita akan rapatkan dulu siapa yang pantas menjadi Pj kasatreskrim. Pengangkatan tentunya atas perintah kapolres,” ujarnya. Dijelaskan, melanjutkan sekolah merupakan

Minta Pemkab Tak Tutup Mata, Terkait Kasus di RSUD Sampang

Written by | 28/08/2014 | 0
radar madura
SAMPANG - Tindakan tim medis dokter dan perawat memaksa pasien kritis meninggalkan rumah sakit mendapat kecaman keras dari anggota Forum Kajian Publik (FKP) Sampang. Sikap sewenang-wenang oknum perawat di ruang Anggrek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang itu tidak mencerminkan sikap pelayan kesehatan. Terlebih hingga mengakibatkan pasien meninggal dunia. Hal itu disampaikan Ketua FKP Heru Susanto kemarin (27/8). Menurut dia, Pemkab Sampang tidak boleh tutup mata atas insiden tersebut. Sebab, selain merugikan masyarakat, juga merugikan pemerintah. ”Ini sangat keterlaluan, kesalahannya sangat fatal sekali. Apa-apaan, orang kritis kok malah diminta untuk pulang, harusnya ditangani serius, eh malah disuruh pulang,” sesal Ketua FKP Heru Susanto kemarin. Baginya, apa yang menimpa istri Nawawi