8:23 pm - Saturday October 25, 2014

Archive: Sampang Subscribe to Sampang

Bekas Daerah Konflik Di Sampang Dilanda Kekeringan Hebat

Written by | 25/10/2014 | 0
KERING: Warga Desa Bluuran, Kecamatan Karangpenang, antre menunggu pembagian air bersih bantuan dari Polres Sampang, kemarin.
KARANGPENANG – Sampai saat ini masih ada desa di Kecamatan Karangpenang dan Kecamatan Omben yang sulit mendapatkan air bersih. Sebut saja Desa Bluuran, Kecamatan Karangpenang dan Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben. Untuk bisa memenuhi kebutuhan air sehari-hari, warga di dua desa itu harus mengeluarkan uang sebesar Rp 150 ribu per satu tangki. Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, dusun di Desa Bluuran yang mengalami krisis air bersih adalah Gedding Laok. Sementara di Desa Karang Gayam, dusun yang tergolong krisis air adalah Nangkernang. ”Air yang telah dibeli warga disimpan di bak penampungan dan digunakan untuk berwudu,” ujar salah seorang warga Dusun Gedding Laok, Sopa. Moh. Nasir selaku anggota DPRD asal Kecamatan Omben miris melihat kondisi warga di Desa Bluuran dan

Warga Mandangin Keluhkan Pelayanan PLN

Written by | 25/10/2014 | 0
RAYON SAMPANG: Kantor PLN Sampang yang berlokasi di Jalan Trunojoyo Sampang.
SAMPANG - Sudah satu bulan warga di Pulau Mandangin dibikin susah. Mereka tak bisa menikmati listrik layaknya warga di daratan. Itu setelah aliran listrik di pulau tersebut mati total pada siang hari. Sedangkan pada malam hari, pemadaman dilakukan secara bergiliran. Kondisi tersebut menyulitkan warga untuk mendapatkan air bersih yang selama ini menggunakan mesin pompa listrik. Padahal air bersih tersebut dibutuhkan warga untuk berwudu, mandi cuci kakus (MCK), serta kebutuhan sehari-hari lainnya. ”Sudah satu bulan padam. Sejak travonya rusak terjadi pemadaman seperti ini,” ungkap Abdul Muktadir, salah satu warga Pulau Mandangin, kemarin (24/10). Menurutnya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah memroses pemasangan travo baru melalui rekanan. Namun hingga satu bulan, travo baru tersebut

6 Tahun Hanya Hasilkan Rp 1,3 Miliar

Written by | 25/10/2014 | 0
EKSIS: Kantor Camplong Shorbase tetap digunakan oleh PT Santos.
SAMPANG - Sudah lima tahun pangkalan pendaratan ikan (PPI) disewakan kepada PT Sampang Sarana Shorebase (SSS). Dalam kurun waktu itu lahan PPI seluas Rp 1,9 hektare menghasilkan uang Rp 1,3 miliar. Meski pada praktiknya lahan PPI tak digunakan PT SSS, namun pemkab melalui dinas kelautan perikanan dan peternakan (DKPP) tetap menjalin kontrak dengan salah satu BUMD di Sampang tersebut. Meski tergolong kecil, namun sewa lahan yang dilakukan PT SSS cenderung ada kenaikan. Jika pada 2009 sampai 2011 sewa hanya Rp 100 juta, pada tahun berikutnya ada peningkatan harga. Di mana, pada 2011 hingga 2012 lahan yang rencananya diperuntukkan bagi para nelayan tersebut disewa dengan harga Rp 200 juta. Kenaikan harga tersebut terus berlangsung setiap tahun. Lahan yang disewa PT SSS tersebut kemudian oleh

JPRM-Kapolres Komitmen Tingkatkan Kerja Sama

Written by | 24/10/2014 | 0
AKRAB: Kapolres Sampang AKBP Yudo Nugroho Sugianto menerima rombongan JPRM di ruang pertemuan, kemarin.
SAMPANG – Jajaran redaksi Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mendatangi Mapolres Sampang, kemarin (23/10). Di antaranya, Pemimpin Redaksi (Pemred) JPRM Feri Ferdiansyah, Koordinator Liputan Hariyanto, Plt Kepala JPRM Biro Sampang Moh. Sugianto, dan kru JPRM Biro Sampang. Rombongan disambut hangat oleh Kapolres Sampang AKBP Yudo Nugroho Sugianto. Agenda silaturahmi kemarin dalam rangka menjalin hubungan dan kerja sama yang lebih erat serta saling mendukung dalam melaksanakan fungsi masing-masing instansi. Yudo yang baru menjabat sebagai Kapolres di Sampang ini sangat mengapresiasi kunjungan jajaran redaksi JPRM. Pihaknya berkomitmen untuk selalu menjalin kerja sama yang baik dan saling menguntungkan. Dia juga meminta redaksi turut serta membantu pihak kepolisian di lapangan, utamanya ketika ada

Diskors Empat Kali, Sidang Dugaan Penggelapan Lanjut sampai Malam

Written by | 24/10/2014 | 0
radar1
SAMPANG – Dibandingkan dengan persidangan kasus lain, sidang lanjutan kasus dugaan penggelapan dengan terdakwa Muara yang digelar di Aula PN Sampang kemarin (23/10) malam memang tidak lazim. Sebab, sidang dengan agenda pembacaan putusan itu diskors sampai empat kali dan sampai pukul 21.40 belum ada putusan yang dibacakan majelis hakim. Padahal, sidang dimulai pukul 14.30. Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Madura, jalannya sidang cukup alot karena ada perbedaan pendapat antara Arif Mulyo Hadi selaku advokat terdakwa dengan majelis hakim. Bahkan, sidang yang rencananya langsung dilakukan pembacaan putusan masih diinterupsi oleh Arif Mulyo Hadi. Sebab, pengacara terdakwa meminta saksi yang diajukan dan sebelumnya tidak hadir, tetap dimintai keterangan dalam persidangan. Setelah mempertimbangkan

Anggaran PJU Kab.Sampang Sedot Rp 6,3 M

Written by | 24/10/2014 | 0
radar1
SAMPANG – Pemeliharaan terhadap fasilitas penerangan jalan umum (PJU) tampaknya harus dilakukan secara serius. Sebab, PJU termasuk fasilitas umum yang biayanya cukup besar. Betapa tidak, untuk penambahan beberapa PJU di Kabupaten Sampang, anggarannya mencapai Rp 6 miliar lebih. PJU tersebut berada di tujuh lokasi. Namun, dua bulan jelang tutup anggaran, lampu-lampu yang seharusnya sudah mulai terpasang hingga kemarin (23/10) masih menunggu barang yang kini masih inden ke pabrikan. Kepala PU Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikatarung) Wahyu Prihartono melalui Kabid Perumahan dan Penataan Lingkungan Siti Muatifah menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu barang perlengkapan PJU datang untuk selanjutnya dipasang di tujuh lokasi. Dari tujuh lokasi itu, enam di antaranya berada di Kota

10 Desa Tak Ikuti UU Pilkades

Written by | 24/10/2014 | 0
ALOT: Rapat pembahasan raperda pilkades di aula Pemkab Sampang kemarin.
SAMPANG - Rancangan peraturan daerah (raperda) pemilihan kepala desa (pilkades) di Kabupaten Sampang sudah proses uji akademik. Kemarin (23/10) pihak pemkab bersama akademisi dan LSM membahas raperda tersebut di aula Pemkab Sampang. Dari pembahasan tersebut, dipastikan ada perlakuan khusus bagi desa yang sudah melaksanakan tahapan pilkades. Perlakuan khusus tersebut berupa pemberian izin melaksanakan pilkades tahun ini. Sebelumnya, dalam Undang-Undang Nomor 6/2014 tentang Desa menyebutkan pelaksanaan pilkades dilakukan secara serentak. Selain itu, ada larangan menggelar pilkades selama 2014. Larangan tersebut dituangkan dalam SE Mendagri Nomor 140/7635/pmd tertanggal 8 November 2013. Meski demikian, hasil pembahasan kemarin ternyata dimungkinkan ada sepuluh desa yang tetap menggelar pilkades

Pengerjaan Proyek PPI dan Kantor DKPP Sampang Belum Capai 50 Persen

Written by | 23/10/2014 | 0
BELUM BISA DIOPERASIKAN: Komisi II DPRD Sampang meninjau pengerjaan proyek pembangunan PPI Camplong, kemarin.
CAMPLONG – Sampai kemarin, pengerjaan proyek pembangunan Kantor Sekretariat Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) dan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Camplong belum selesai. Buktinya, persentase pengerjaan proyek tersebut tidak lebih dari 50 persen. Hal itu terungkap setelah Komisi II DPRD Sampang melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada kedua proyek tersebut, kemarin (22/10). Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, kedua proyek tersebut sudah dua bulan dikerjakan dan deadline-nya pada pertengahan Desember nanti. Untuk proyek kantor sekretariat DKPP anggarannya sebesar Rp 1,6 miliar dan pengerjaannya baru sekitar 41 persen. Sementara anggaran proyek lanjutan pembangunan PPI Camplong senilai Rp 7 miliar dan pengerjaannya hampir 50 persen. Moh. Nasir selaku ketua Komisi

Pasien Dipaksa Pulang, Setelah Sempat Dimarahi Dokter

Written by | 23/10/2014 | 0
TERKULAI: Huzzaini, 17, terbaring di ruang Melati usai menjalani operasi tulang di RSUD Sampang.
SAMPANG – Untuk kali ke sekian, pelayanan RSUD Sampang dikeluhkan. Huzzaini, 17, warga Desa Sawah Tengah, Kecamatan Robatal, yang baru selesai menjalani operasi pada Selasa sore (21/10) disuruh pulang oleh perawat. Padahal, Huzzaini masih terlihat lemah dengan kaki kanan diperban dan bercucuran darah. Saturi, 45, bersama Sumiyatun, 40, selaku orang tua pun tidak terima anaknya disuruh pulang oleh perawat. Sumiyatun menuturkan, salah satu alasan perawat menyuruh anaknya pulang karena tercatat sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. ”Perawatnya mendesak sampai tiga kali dari pagi sampai siang (22/10), katanya sesuai rekomendasi dokter. Padahal, anak saya baru sehari dioperasi dan darahnya masih belum kering,” sesal Saturi. Dijelaskan, anaknya juga sempat

Puji Kemesraan Hubungan TNI-Polri

Written by | 23/10/2014 | 0
PENGHORMATAN: Kapolres Sampang AKBP Yudo Nugroho Sugianto bersama istri melewati barisan perwira yang menghunus pedang, kemarin.
SAMPANG – Sejak kemarin (22/10), AKBP Yudo Nugroho Sugianto resmi menjabat Kapolres Sampang menggantikan AKBP Imran Edwin Siregar yang dipromosikan menjadi Wadir Intelkam Polda Jatim. Selama satu tahun empat bulan lebih menjadi Kapolres, banyak kenangan positif yang dilalui Imran Edwin Siregar. Salah satu hal yang dipuji adalah kemesraan hubungan TNI-Polri. Hal itu diungkapkan Imran Edwin Siregar di sela-sela acara pisah sambut Kapolres di halaman Mapolres Sampang, kemarin. Menurut Imran Edwin Siregar, hubungan antara prajurit TNI dengan anggota Polri yang berdinas di wilayah hukum Sampang begitu mesra. Hal itu dia rasakan setelah berbaur dengan semua elemen masyarakat Kota Bahari. ”Selama 23 tahun menjadi anggota Polri, tidak pernah merasakan hubungan baik antara prajurit TNI dan anggota