10:49 pm - Friday September 19, 2014

Archive: Sampang Subscribe to Sampang

Pandawa Lima Gelar Demo, Tuntut Sekkab Sampang Dicopot

Written by | 19/09/2014 | 0
TURUN JALAN: Massa Pandawa Lima berjalan menuju Kantor Pemkab Sampang, kemarin.
SAMPANG – Desakan agar Sekkab Sampang Puthut Budi Santoso dicopot dari jabatannya terus mengalir. Kemarin (18/9) giliran Pandawa Lima. Tak sekadar berkomentar, gabungan warga dan aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) ini menggelar aksi demo ke Pemkab Sampang. Mereka mendesak agar Puthut dicopot dari jabatannya. Desakan agar Sekkab Puthut dan bupati dicopot dari jabatannya, dikarenakan selama menjabat sebagai Sekkab, Puthut tidak mampu mengemban amanah sebagai koordinator satuan kerja pemerintah daerah (SKPD). Itu dibuktikan dengan tidak terserapnya dana anggaran Rp 57miliar dari dana APBN 2013. Selain itu, Puthut dinilai tidak mampu merealisasikan birokrasi yang sehat dan bersih dari tindak pidana korupsi. Para demonstrans menilai Puthut yang sekaligus sebagai badan pertimbangan jabatan

Melihat Upaya Penertiban Aktivitas Amal Masjid di Jalan Raya

Written by | 19/09/2014 | 0
DITERTIBKAN: Kasatlantas Polres Sampang Iptu Aditia Kusuma bersama Ketua MUI Sampang KH Buchori Maksum memberikan arahan kepada petugas amal di Jalan Raya Jrengik Sampang kemarin.
SAMPANG - Kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang petugas amal masjid di Bangkalan menjadi perhatian banyak pihak. Maklum, tradisi menarik amal untuk masjid di jalanan bisa ditemukan di seluruh kabupaten di Madura. Tak terkecuali di Sampang. Operasi gabungan Satlantas Polres Sampang yang digelar kemarin (18/9) tidak seperti biasanya. Kali ini, korps baju cokelat tersebut membawa ulama dari kalangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sampang. Operasi tersebut menjadikan Desa Jungkarang, Kecamatan Jrengik, sebagai tujuan pertama. Namanya saja satlantas, tentu operasi mereka turun ke jalan. Bahkan, ulama dari MUI pun dibawa juga ke jalan raya nasional di Kecamatan Jrengik tersebut. Sasaran operasi kali ini bukanlah pengendara, melainkan warga yang tidak berkendara namun berada di badan.

Noer Tjahja Bikin Kejutan

Written by | 19/09/2014 | 0
AKRAB: Mantan Bupati Sampang Noer Tjahja dan Mantan Sekkab Sampang Hemanto Subaidi saat berbincang santai di Lapangan Tenis Wijaya Kusuma, Rabu malam (17/9).
SAMPANG – Masih ingat dengan Bupati Sampang periode 2006-2012 Noer Tjahja? Pria yang dikenal sebagai bapak pembangunan Sampang ini lagi-lagi membuat kejutan. Rabu (17/9) malam dia datang ke Sampang. Tak sekadar datang, suami dari RA Winahyu itu bermain tenis di Lapangan Wijaya Kusuma dengan mantan rivalnya di Pilkada 2012 Hermanto Subaidi. Tentu saja keakraban dua mantan cabup tersebut mendapat perhatian sejumlah warga yang kebetulan berada di sekitar Lapangan Wijaya Kusuma. Mantan bupati dan mantan Sekkab Sampang itu terlihat akur. Meskipun di dalam lapangan Hermanto harus kalah 6:3 di tangan Noer Tjahja. Tak hanya Hermanto Subaidi yang tampak akrab dengan Noer Tjahja, mantan rival lainnya yang malam itu ada di Lapangan Wijaya Kusuma adalah Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono. Bahkan,

Uang Pembebasan Lahan Tak Merata, Warga Tolak Pembangunan Jalan Baru

Written by | 19/09/2014 | 0
DIPERSOALKAN: Lupat, 55, pemilik tanah yang enggan membebaskan lahannya di Desa Asem Nonggal 3 Kecamatan Jrengik kemarin.(Insert) Jalan di area yang akan dibangun dengan cara dilebarkan dari luas semula sekitar 1,5 meter.
JRENGIK – Rencana Pemkab Sampang untuk membangun akses jalan di desa Asem Nonggal, Kecamatan Jrengik menuju Desa Disanah, Kecamatan Sreseh bakal terganjal. Pasalnya, hingga kemarin (18/9) masih ada warga yang menolak membebaskan lahannya. Alasannya, uang ganti rugi yang diterima warga tak sama. Selain itu, tidak ada kejelasan dari pemkab berapa tanah warga tersebut dibanderol untuk per meternya. Sejumlah warga hanya menerima penggantian untuk total tanah yang mereka miliki. Jumlahnya pun bervariasi, mulai dari Rp 50 juta, Rp 100 juta, dan ada pula yang mendapat ganti Rp 200 juta. Itu diungkapkan Makki, 37, warga Desa Asem Nonggal yang hingga saat ini menolak tanahnya dibebaskan. ”Persoalannya sekarang, harga tanahnya beda-beda, ada yang dapat Rp 200 juta, ada yang 50 juta, ada pula

Rekanan Proyek Jembatan Desa Mlaka Siap Tanggung Jawab

Written by | 19/09/2014 | 0
SAMPANG - Pekerja yang menjadi korban reruntuhan jembatan di Desa Mlaka tidak perlu cemas. Sebab, rekanan pelaksana proyek siap bertanggung jawab dan membantu para korban selama menjalani perawatan medis. ”Saya siap bertanggung jawab, mereka (para pekerja, Red) semua rakyat saya,” ujar Purnomo selaku Kades Mlaka yang juga menjadi pelaksana proyek rehabilitasi jembatan, kemarin (18/9). Menurut Purnomo, insiden ambruknya jembatan Desa Mlaka diduga kuat karena faktor bencana. Sebab, badan jembatan sebelumnya memang sudah rusak dan miring setelah diterjang luapan air bah beberapa tahun silam. ”Jembatan tersebut dibangun pada 2008 menggunakan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP). Karena rusak, aparatur desa mengusulkan ke pemerintah agar direhabilitasi,”

Jembatan Runtuh, Lima Pekerja Tertimbun

Written by | 19/09/2014 | 0
NAHAS: Puluhan warga dibantu aparat kepolisian bahu-membahu memindahkan bongkahan material jembatan untuk menyelamatkan pekerja yang tertimbun, kemarin.
SAMPANG – Kegiatan proyek rehabilitasi jembatan di Desa Mlaka, Kecamatan Jrengik membawa petaka. Sebab, jembatan tiba-tiba ambruk saat sejumlah pekerja mau memulai bekerja. Akibatnya, lima pekerja tertimbun reruntuhan selama berjama-jam. Beruntung, nyawa kelima pekerja bisa diselamatkan setelah warga dan aparat kepolisian bahu-bahu mengevakuasi para buruh tersebut. Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura di lokasi kejadian, sekitar pukul 09.00 ada delapan pekerja membawa sejumlah peralatan hendak membongkar jembatan yang terletak di Dusun Morleke tersebut. Sebab, jembatan tersebut sudah lama rusak dan akan direhabilitasi total. Sesuai rencana, pembongkaran jembatan dilakukan secara bertahap. Aktivitas pembongkaran pun mulai dilakukan para pekerja. Buktinya, mereka mulai

Lagi, Kota Bahari Membara

Written by | 19/09/2014 | 0
MEMBARA: Kobaran api dari toko mebel Jalan Teuku Umar Kelurahan Gunung Sekar, Sampang, membubung tinggi sekitar pukul 01.00 kemarin. Salah satu warga mengumpulkan sisa-sisa kayu kebakaran(insert).
SAMPANG - Setelah kebakaran menimpa Pasar Srimangunan dan Pasar Omben, kini si jago merah kembali mengamuk. Kemarin (18/9) sekitar pukul 00.15 toko mebel milik H Muniri, 52, di Jalan Teuku Umar ludes terbakar. Akibatnya, mebeler senilai Rp 300 juta hangus menjadi arang. Kebakaran kali pertama diketahui oleh warga setempat. Karena isi toko terdiri dari barang-barang furnitur, api pun dengan cepat membesar dan melalap seluruh isi toko. Warga yang hendak memadamkan api pun kalah cepat. Seketika api membubung tinggi. Sementara itu, saat kebakaran berlangsung, pemilik toko masih belum mengetahui. Sebab, rumah pemilik jauh dari lokasi toko. Saleh, 60, warga setempat mengatakan, warga langsung panik ketika melihat api membubung tinggi. Karena tak memungkinkan untuk memadamkan api dengan alat seadanya,

Kebakaran Lahan Nyaris Menghanguskan Rumah Warga

Written by | 18/09/2014 | 0
PANIK: Petugas Satpol PP Sampang berusaha memadamkan api yang menjalar mendekati Perumahan Selong Permai, kemarin.
SAMPANG – Semak belukar yang sudah kering di Perumahan Selong Permai, Kelurahan Gunungsekar terbakar, kemarin (17/9). Kobaran api cepat membesar hingga nyaris membakar perumahan warga yang berada di sekitarnya. Peristiwa itu sontak membuat panik warga sekitar. Puluhan warga berhamburan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Lahan yang berdekatan dengan kantor Satpol PP Sampang itu, juga membuat personel penegak perda turut berusaha memadamkan api. Untung, si jago merah tidak sampai menghanguskan perumahan warga, karena mobil pemadam kebakaran segera tiba di lokasi. Muhlis, 30, salah seorang warga Perumahan Selong Permai mengatakan, kebakaran di lahan gambut itu terjadi dengan cepat, karena banyak semak belukar yang sudah kering. Mengenai penyebab kebakaran, dia menyatakan tidak

Satu Tahun Raskin Ngendap di Rumah Kades

Written by | 18/09/2014 | 0
radar madura
SAMPANG – Tata kelola distribusi bantuan beras untuk warga miskin (raskin) di Sampang ditengarai amburadul. Selain masalah ribuan ton raskin tak tertebus hingga menjadi piutang miliaran rupiah, kini mengemuka problem baru. Yaitu raskin tidak didistribusikan ke warga penerima dan dibiarkan ngendap di rumah kepala desa (Kades). Data Perum Bulog Sub Divre XII Wilayah Madura mengungkapkan, raskin di Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan sudah hampir satu tahun terakhir ini tidak dibagikan kepada warga penerima manfaat. Diduga kuat, raskin sengaja diendapkan di rumah Kades Apaan karena terjadi konflik politik di desa tersebut. Parahnya, hingga kemarin (17/9) belum ada langkah konkret dari Pemkab Sampang untuk menyelesaikan raskin nyantol di rumah Kades itu. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi

12 Kecamatan Di Sampang Krisis Air Bersih

Written by | 18/09/2014 | 0
KEKERINGAN: Salah seorang warga di Kecamatan Pangarengan terpaksa mengambil air keruh dari dasar embung untuk kebutuhan sehari-hari, kemarin.
SAMPANG – Dari 14 kecamatan yang ada di Sampang, 12 kecamatan mengalami kekeringan. Tak hanya sumur warga, sungai dan embung yang biasanya dijadikan tempat terakhir warga untuk mendapatkan air juga mulai mengering. Kalaupun ada sisa air di embung, jumlahnya sangat sedikit. Itu pun warnanya sudah sangat keruh. Di Dusun Pelan, Desa Pacanggaan, Kecamatan Pangarengan, misalnya. Embung bantuan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Surabaya pada 2013 sudah mengering. Bahkan, tanah di dasar embung sudah mulai retak. Warga setempat mencoba menggali dasar embung untuk mendapatkan sedikit air. Meski airnya keruh, mereka tetap mengambilnya. Air yang diperoleh itu digunakan untuk kebutuhan mandi dan cuci. Karena jumlahnya sangat sedikit, warga pun harus benar-benar menghemat air yang mereka