3:33 pm - Saturday August 2, 2014

Archive: Sampang Subscribe to Sampang

Ramai, Rutan Tambah Jam Besuk

Written by | 02/08/2014 | 0
MEMBELUDAK: Petugas rutan mengatur para penjenguk yang akan menemui kerabatnya di ruang pertemuan Rutan Klas II B Sampang, kemarin.
SAMPANG – Lebaran bukan hanya milik segelintir orang. Ratusan warga binaan yang berada di balik jeruji besi juga menikmati suasana Lebaran. Buktinya, pengunjung warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II B Sampang melonjak tiga kali lipat. Berdasarkan data rutan pada saat hari H, ada sekitar 50 warga binaan yang dibesuk keluarganya. Masing-masing warga binaan dibesuk 8-10 orang. Kepala Rutan Sampang Supriadi mengatakan, dalam sehari pembesuk warga rutan mencapai ratusan orang. ”Hari ini sebenarnya berkurang dari pada hari H. Bisa dibayangkan, satu tahanan dijenguk sampai satu mobil. Isinya 8-10 orang. Jika sehari yang dibesuk 50 warga binaan, jumlah yang besuk kan pasti banyak,” ujar Supriadi sambil meninjau aktivitas di rutan, kemarin (30/7). Menurut dia, Lebaran memang menjadi

Tak Hiraukan Fatwa MUI, Aktivitas Amal-Amal Masjid Masih Beroperasi

Written by | 02/08/2014 | 0
MANFAATKAN LEBARAN: Di sejumlah titik masih ada saja warga yang turun ke jalan meminta pengguna jalan beramal untuk pembangunan masjid.
SAMPANG - Fatwa haram yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang tentang permintaan amal-amal pembangunan masjid di jalan raya tak dihiraukan. Memanfaatkan ramainya jalan raya saat arus mudik dan balik, permintaan amal pembangunan masjid justru menjamur. Dalam rapat-rapat persiapan menyongsong arus mudik dan balik, keberadaan peminta amal untuk pembangunan masjid di tengah jalan raya selalu dibahas. Pasalnya, permintaan amal untuk pembangunan masjid itu dianggap sebagai salah satu gangguan di jalan raya yang bisa jadi faktor kecelakaan. Namun, kenyataannya permintaan amal di tengah jalan raya tak pernah hilang, bahkan makin banyak menjelang Lebaran dan sepekan setelahnya. Jika dihitung dari ujung timur hingga perbatasan barat Kabupaten Sampang, sedikitnya ada 10 titik

Dugaan Pungli Mencuat di PPDB

Written by | 02/08/2014 | 0
radar madura
SAMPANG – Dugaan adanya pungutan liar (pungli) dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) kian menguat. Tak hanya Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang yang membentuk tim khusus untuk menelusuri dugaan pungli tersebut, Pemkab Sampang melalui Sekretariat Kabupaten (Setkab) Bidang Administrasi juga melakukan hal yang sama. Bagian setkab tersebut membentuk tim investigasi pendidikan. Tim yang dimotori oleh Asisten Bidang Administrasi Setkab Sampang nantinya bakal menghimpun data terkait dugaan pungli yang dibungkus berbagai alasan. Di antaranya melalui pembelian seragam khas sekolah dan pungutan lainnya yang berkedok kesepakatan bersama. .”Kami akan mendatangi sejumlah sekolah seperti yang santer diberitakan,” jelas Asisten III Bidang Administrasi A. Rochim Mawardi, kemarin (30/7). Untuk

Pasokan Elpiji Mandangin Tersendat

Written by | 02/08/2014 | 0
MENUMPUK: Ratusan elpiji 3 kg kosong dari Pulau Mandangin ditumpuk di Pelabuhan Tanglok kemarin.
SAMPANG - Pengiriman elpiji 3 kilogram (kg) ke Desa/Pulau Mandangin, Kecamatan  Kota Sampang, sejak Hari Raya Idul Fitri tersendat. Kini di pulau itu warga mengalami kesulitan persediaan. Akibatnya, harga elpiji 3 kg yang biasanya berkisar Rp 16 ribu, kini naik menjadi Rp 17 ribu–Rp 20 ribu per tabung. Minimnya stok elpiji itu diprediksi banyaknya penggunaan elpiji selama hari raya hingga kemarin. Sementara, para pedagang elpiji setempat belum membeli elpiji dari Kota Sampang. Moh. Idris, 42, salah satu penjual elpiji di Mandangin mengatakan, tidak sempat membeli elpiji ke kota. Sebab, masih sibuk bersilaturahmi dengan keluarga. Diakui, sudah banyak tabung elpiji yang kosong. Saat ini pihaknya sudah mulai membeli elpiji ke kota untuk memenuhi stok di Pulau Mandangin. ”Harganya pasti lebih

Pemerintah Tak Bertaji Hentikan Reklamasi

Written by | 01/08/2014 | 0
TAK BERIZIN: Reklamasi pantai di sepanjang Pantai Taddan, Kecamatan Camplong masih belum mengantongi izin kemarin.
CAMPLONG – Reklamasi di bibir Pantai Kecamatan Camplong kian tak terkendali. Padahal, selama ini reklamasi itu diketahui tak berizin. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang terkesan tak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan reklamasi tanpa izin tersebut. Hal itu menjadi angin segar bagi para pelanggar untuk terus melakukan reklamasi demi kepentingan sendiri. Hal itu diungkapkan oleh aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Fajar Nusantara Moh. Jakfar, kemarin (31/7). Dia mengatakan, sudah seharusnya pemerintah bergerak. Sebab, reklamasi di bibir Pantai Kecamatan Camplong sudah memasuki fase kritis. ”Dalam artian, bibir pantai sudah banyak direklamasi. Coba lihat yang awalnya bisa dihitung dengan jari, sekarang sudah banyak yang melakukan reklamasi,” katanya.             Jakfar

Tepergok Mencongkel Rumah Warga, Maling Tewas Dibacok

Written by | 01/08/2014 | 0
INTEROGASI: Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar menginterogasi Munawi (baju tahanan) dan Ahmad Torik di halaman mapolres, kemarin.
SAMPANG – Aksi penganiayaan yang menewaskan Matnaji, terduga pelaku pencurian, menyita perhatian warga Sampang. Sebab, penyebab kematian warga Desa/Kecamatan Robatal itu ada dua versi. Versi polisi, pria berusia 35 tahun itu tewas karena dibacok dan versi warga menyebutkan bahwa yang bersangkutan meregang nyawa karena dibacok dan dihakimi massa karena tertangkap basah mencongkel rumah warga Desa Lepelle, Kecamatan Robatal. Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, Matnaji tertangkap basah hendak mencongkel rumah warga Dusun Trebung, Desa Lepelle, yaitu Pak Ripah sekitar pukul 01.30 menggunakan linggis. Saat beraksi, Matnaji mengenakan cadar berwarna biru. Apesnya, aksinya tersebut diketahui sang empu rumah. Sadar rumahnya akan digarong, pria berusia 45 tahun itu pun berteriak. Karena

Nasib 75 Pengikut Tajul Muluk, Lebaran Tak Bisa Mudik

Written by | 31/07/2014 | 0
radar madura
SAMPANG - Masih ingat dengan warga Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben dan Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang, yang direlokasi ke Sidoarjo? Hingga kini mereka tidak bisa melaksanakan tradisi mudik Lebaran. Para pengikut Tajul Muluk tersebut merayakan Hari Raya Idul Fitri di Rusunawa Puspa Agro Sidoarjo. Bahkan, hingga kemarin (30/7) belum ada satu pun dari 75 orang tersebut yang berencana pulang ke kampung halamannya. Padahal, mereka sudah meninggalkan tempat tinggalnya sejak Juni 2013 lalu. Informasi belum adanya rencana mudik warga asal dua desa di dua kecamatan berbeda itu disampaikan Kepala Desa Blu’uran Muhammad Faruk. Kepada koran ini Faruk mengatakan sudah berkomunikasi dengan sejumlah kepala dusun di desa tersebut. Hasilnya, belum ada tanda-tanda warga Blu’uran yang direlokasi

Dua Napi Mendadak Bebas

Written by | 31/07/2014 | 0
KEPALA RUTAN KELAS II B SAMPANG: SUPRIYADI
SAMPANG - Momentum Lebaran menjadi angin segar bagi 60 narapidana (napi) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II B Sampang. Dari total 73 napi yang diusulkan remisi, 60 napi yang dikabulkan. Bahkan, dua di antaranya langsung bebas. Kedua napi tersebut adalah terpidana pemerkosaan dan pencurian. Napi pemerkosaan sudah menjalani dua tahun penjara, sedangkan napi pencurian sudah menjalani kurungan selama delapan bulan. ”Mereka mendapat remisi bebas karena memenuhi kriteria pengajuan dan sudah mendekati masa bebas. Mereka bebas setelah hari raya, sehingga mendapatkan remisi bebas dari tahanan,” terang Kepala Rutan Sampang Ach. Supriadi melalui Bagian Registrasi Harta Wiyono kemarin (30/7). Dijelaskan, 73 napi yang diusulkan mendapat remisi tersebut terdiri dari napi kasus pidana umum dan pidana

Gelar Pawai Takbir Keliling, Pertahankan Tradisi Malam Lebaran

Written by | 30/07/2014 | 0
MERIAH: Arak-arakan peserta takbir keliling melintasi Jalan Wijaya Kusuma sambil melantunkan takbir pada malam Lebaran.
SAMPANG – Muslim di Kabupaten Sampang tetap mempertahankan tradisi menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan mengadakan pawai dan takbir keliling. Kegiatan tersebut diikuti oleh warga Kota Bahari dan sangat meriah. Terlebih, Lebaran tahun ini serentak di seluruh Indonesia. Peserta pawai dan takbir keliling berjalan kaki dari depan Pendapa Sampang menuju Monumen Sampang. Beraneka dekorasi dibawa para peserta untuk menyemarakkan pelaksanaan takbir Lebaran. Para peserta juga dibolehkan membawa alat musik untuk mengiringi alunan takbir. Musyfiq, salah seorang peserta pawai dan takbir keliling dari Kelurahan Gunung Sekar, Kota Sampang, mengaku bangga bisa ikut meramaikan gema takbir di malam Lebaran. Terlebih, pawai dan takbir keliling tersebut memang ditunggu-tunggu oleh warga untuk menyambut perayaan

Kena Petasan, Kandang Sapi Terbakar

Written by | 30/07/2014 | 0
HANGUS: Kandang milik Muhammad, warga Dusun Glisgis, Desa Gunung Maddah, Kecamatan Kota Sampang, terbakar Minggu malam (27/7).
SAMPANG – Ulah anak kecil yang bermain petasan berakibat fatal. Tepat di malam Lebaran, Minggu (27/7) malam kandang sapi milik Muhammad, 50, warga Dusun Glisgis, Desa Gunung Maddah, Kecamatan Kota Sampang, terbakar. Beruntung, kebakaran itu tak merembet ke rumah warga. Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.00. Saat sejumlah warga tengah khusyuk mengumandangkan takbir setelah memastikan akhir Ramadan, sejumlah warga yang beruang juga menyulut kembang api dan sebagian lain menyulut petasan. Nah, di dusun itu banyak anak kecil bermain-main dengan petasan. Tak disangka, percikan api petasan ternyata memicu kebakaran di kandang milik Muhammad. Api yang terus membesar membuat warga panik dan menghentikan sementara aktivitas takbiran. Rukoyah, 40, saksi mata kebakaran mengatakan, titik api bermula
Berita menarik lainnya:close