1:28 am - Tuesday September 2, 2014

Archive: Sampang Subscribe to Sampang

Petani Tetap Tembakau Waswas

Written by | 01/09/2014 | 0
DIMATANGKAN: Tembakau sebelum dirajam di Desa Pengongsean Sampang kemarin.
SAMPANG – Memasuki musim panen tembakau, para petani mengaku waswas. Pasalnya, harga jual daun tembakau tak sebanding dengan biaya produksi sehingga mereka khawatir merugi usai panen. Saat ini, pemerintah kabupaten telah membuat kebijakan mengatur harga tembakau sesuai dengan break even point (BEP) berkisar Rp 32-35 ribu per kilogram. Namun fakta di lapangan, tengkulak maupun pihak pabrikan membeli tembakau tidak sesuai dengan BEP tersebut. Kalau pun sesuai, itu tidak akan berlangsung lama. Hal itu karena dengan waktu yang sangat singkat, pihak pabrikan akan menurunkan harga dengan berbagai alasan. Mulai dari kualitas, indikasi tembakau campuran, dan alasan lainnya. ”Kalau sekarang harganya lumayan tinggi, tapi biasanya itu tidak akan berlangsung lama. Setelah pertengahan panen biasanya

Harga Sembako di Pasaran Masih Stabil

Written by | 01/09/2014 | 0
TETAP STABIL: Meski kuota BBM berkurang, namun harga sembako tidak naik.
SAMPANG – Pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu terakhir oleh pemerintah, tampaknya belum berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok (sembako). Saat ini, harga-harga barang kebutuhan itu masih normal dan stabil. Seperti diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan (Disdperindagtam) Sampang Misdi melalui Kasi Pengadaan dan Penyaluran Busar Wibisono bahwa untuk saat ini harga sembako tergolong stabil. ”Pengurangan kuota BBM belum berpengaruh kepada harga sembako dan ini yang membuat kami masih tenang menghadapi kebutuhan masyarakat di Pasar Srimangunan,” jelasnya. Kendati begitu, pihaknya masih terus memantau harga sembako di sejumlah pasar di Kabupaten Sampang. Seperti Pasar Camplong, Torjun, dan pasar tradisional lainnya. ”Kami juga

Mengenal H. Hisan Anggota DPRD Jawa Timur yang Baru Dilantik,

Written by | 01/09/2014 | 0
KELUARGA SEJAHTERA: H. Hisan didampingi istri dan ketiga anaknya.
SAMPANG - GKD atau Gerakan Kembali ke Desa adalah istilah yang digunakan oleh pemuda Sampang yang memilih membangun daerahnya daripada bekerja di tempat rantau. Gerakan ini dikampanyekan oleh sejumlah pengusaha muda. Salah satunya adalah H. Hisan. Sarjana Ekonomi itu sempat bertani demi membangun tempat kelahirannya di Kampung Kaso’an, Desa Paseyan, Kecamatan Kota Sampang. Dedikasinya yang sangat tinggi kepada masyarakat mengantarkan ayah tiga anak ini terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Timur Periode 2014-2019. Berikut hasil wawancara Jawa Pos Radar Madura dengan H. Hisan, SE. Kemarin 31/8) merupakan hari yang bersejarah bagi H. Hisan. Pria berusia 45 tahun itu resmi dilantik sebagai anggota DPRD Jawa Timur. Tak banyak yang berubah dari perangai  H. Hisan. Sikap santun dan ramah masih

Kualitas Bagus, Harga Tembakau Tetap Murah

Written by | 01/09/2014 | 0
SEMANGAT: Petani Kecamatan Torjun saat mengeringkan dan menggulung tembakau.
TORJUN – Meski kualitas tembakau tahun ini diklaim lebih baik dibanding tahun lalu, para petani tetap kecewa karena harganya tidak sebanding dengan biaya operasional yang telah dikeluarkan. Maklum saja, harga tembakau hanya berkisar Rp 35 ribu per kilogram. Padahal, kemarau berlangsung lebih lama dibanding tahun lalu. Abdul Razak, salah seorang petani di Desa Dulang, Kecamatan Torjun mengungkapkan bahwa tembakaunya hanya laku Rp 35 ribu. Padahal, kualitasnya lebih baik ketimbang tahun lalu. ”Seharusnya, harga tembakau lebih mahal karena kualitasnya lebih baik. Nasib serupa juga dialami petani yang lain dan harganya kisaran Rp 35 ribuan. Minimal, harga tembakau Rp 40 ribu per kilogram,” katanya. Menurut Abdul Razak, harga tembakau tidak berbeda dengan tahun lalu. Hal itu terjadi karena

Polisi Pilih Menahan Diri Terkait Dugaan Komisioner KPU Abdul Azis

Written by | 01/09/2014 | 0
KAPOLRES SAMPANG: AKBP Imran Edwin Siregar
SAMPANG – Polres Sampang tidak mau gegabah menyikapi kasus dugaan keterlibatan Abdul Azis Agus Priyanto selaku anggota KPU sebagai pengurus PKPI Sampang. Indikasinya, polisi memilih menahan diri selama kasus tersebut belum ditangani dan diselesaikan oleh lembaga yang berwenang. ”Kami akan lihat dulu, dia (Abdul Azis, Red) terbukti (terlibat dalam kepengurusan partai politik, Red) atau tidak?,” ujar Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar. Menurut Imran Edwin Siregar, institusinya sampai saat ini belum bisa berkomentar banyak atas kasus tersebut. Sebab, kasus dugaan keterlibatan Abdul Azis Agus Priyanto sebagai pengurus PKPI Sampang seharusnya diselesaikan dan dicarikan solusi oleh instansi atau lembaga yang berkompeten. Sehingga, persoalan tersebut bisa segera selesai. ”Sampai kemarin,

Perkemahan Diikuti 120 Regu se-Kecamatan Kedungdung

Written by | 01/09/2014 | 0
PENGUKUHAN: Ketua Kwarcab Pramuka Sampang Fadhilah Budiono menyematkan pin kepada Kepala UPTD Disdik Kedungdung Abi Suhud.
KEDUNGDUNG – UPTD Disdik Kecamatan Kedungdung menggelar perkemahan Ita Jamda 2014 di Lapangan Kerapan Sapi setempat. Acara yang dimulai sejak 29-31 Agustus itu diikuti 120 regu se-Kecamatan Kedungdung. Abi Suhud selaku kepala UPTD Disdik Kecamatan Kedungdung menjelaskan, perkemahan diikuti utusan dari pelajar SD, SMP, sampai SMA. Pembukaan perkemahan dihadiri Fadhilah Budiono selaku ketua Kwarcab Pramuka Sampang dan forum pimpinan kecamatan. ”Kami berharap kegiatan ini bisa menanamkan kecintaan generasi muda kepada Indonesia,” ujarnya. (dry/yan) ———————————— Dipostingkan oleh Administrator radarmadura.co.id – Jawa Pos Radar Madura

Gelar Ita Jamda selama 3 Hari

Written by | 01/09/2014 | 0
AKRAB: Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Pangarengan Amir Kulai berbincang-bincang dengan Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono.
PANGARENGAN – 40 regu pramuka di Kecamatan Pangarengan akan mengikuti perkemahan Ita Jamda selama tiga hari di Lapangan Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan. Acara itu diikuti 40 regu yang terdiri dari 21 regu putra dan 19 regu putri utusan SD, SMP, dan SMA se-Pangarengan. Amir Kulai selaku kepala UPTD Dinas Pendidikan Pangarengan mengatakan, perkemahan diselenggarakan sejak 29-31 Agustus dan digelar untuk memperingati HUT Pramuka dan HUT Kemerdekaan RI. Acara itu diharapkan bisa memantapkan pembinaan karakter kaum muda. ”Melalui pembinaan kepemimpinan dan kegiatan kepramukaan, kaum muda diharapkan mampu mengamalkan dasadharma pramuka. Pendidikan karakter sangat penting untuk generasi muda masa depan bangsa,” katanya. (dry/yan) ———————————— Dipostingkan

Hari ini Pendaftaran Tes CPNS, Guru dan Bidan Harus Ber-KTP Sampang

Written by | 01/09/2014 | 0
Kepala BKD Sampang, Slamet Terbang
SAMPANG - Pendaftaran tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2014 di Sampang secara online dibuka mulai hari ini (Senin, 1/9). Tes CPNS kali ini membuka peluang lebih besar bagi warga Sampang. Sebab, Pemkab Sampang memberi kebijakan untuk formasi guru SD, bidan, dan perawat harus memiliki KTP Sampang sebagai bukti warga Sampang. Dengan adanya kebijakan tersebut, masyarakat yang memilih jabatan guru SD, bidan, dan perawat harus menyetorkan berkas dengan ber-KTP asli Sampang. Jika tidak, kemungkinan besar tidak akan lolos. ”Ada tiga kategori yang kita beri batasan. Guru SD, bidan, dan perawat. Tiga kategori itu harus ber-KTP Sampang. Kita mempunyai alasan tersendiri agar kinerjanya lebih maksimal,” terang Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sampang Slamet Terbang kemarin (30/8). Slamet

Pandangan Dewan Tak Searah Terkait Anggaran TPS Korban Kebakaran

Written by | 30/08/2014 | 0
radar madura
SAMPANG – Pandangan terkait pembangunan tempat penampungan sementara (TPS) pedagang Pasar Srimangunan yang stan dan kiosnya terbakar ditanggapi berbeda oleh wakil rakyat yang baru dilantik. Ada yang mendukung langkah pemkab dan ada juga yang menilai anggaran Rp 2 miliar untuk TPS terlalu besar. Dua hari yang lalu, perwakilan anggota dewan memantau rencana relokasi stan dan kios yang terbakar. Untuk membuat TPS, pemkab menganggarkan sekitar Rp 2 miliar. Itu untuk mendirikan ratusan stan para pedagang. Sayangnya, dengan anggaran sebesar Rp 2 miliar itu dinilai terlalu mahal dan berlebihan. Sementara, anggota dewan yang setuju dengan pendirian TPS menilai, justru dengan tidak ada fasilitas TPS itu, pedagang tidak bisa berjualan. Sehingga masyarakat yang menjadi korban karena tidak ada pendapatan. Mantan

Disposisi Bupati Turun, BKD Masih Kroscek

Written by | 30/08/2014 | 0
radar madura
SAMPANG – Meski disposisi bupati terkait mutasi 69 guru turun Jumat (22/8) lalu, namun hingga kini rotasi guru belum dilakukan. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sampang mengaku masih akan mengkroscek ulang kelengkapan data guru yang bakal dimutasi. ”Disposisi sudah turun dari bupati, sekarang dalam proses tindak lanjut kami untuk kroscek di lapangan. Barangkali ada data yang tidak sesuai dengan data kami, mulai nomor induk pegawai (NIP), nama guru, dan unit kerja. Kita harus teliti satu-satu, tentunya dikoordinasikan dengan disdik (dinas pendidikan, Red),” ujar Kepala BKD Slamet Terbang melalui Kabid Mutasi Edi S, kemarin (29/8). Dia mengatakan, ada sekitar 69 guru yang akan dimutasi. Mereka terdiri dari guru jenjang TK hingga SMA. ”Mutasi ini bukan apa-apa, melainkan untuk mem­bantu