3:01 pm - Saturday November 1, 2014

Archive: Sampang Subscribe to Sampang

Pekerja dan Penumpang di Pelabuhan Tanglok Belum Jadi Peserta JJK

Written by | 01/11/2014 | 0
SIAP BERANGKAT: Pemilik perahu menunggu penumpang rute Mandangin di Pelabuhan Pelabuhan Tanglok, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Kota Sampang kemarin.
PAMEKASAN – Hingga kemarin (31/10), para penumpang dan pekerja di areal Pelabuhan Tanglok, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Kota Sampang, belum didaftarkan sebagai peserta Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Padahal, aktivitas di Pelabuhan Tanglok cukup tinggi dan semua pekerja maupun penumpang berisiko menjadi korban kecelakaan. Hal itu diakui oleh Kabid Hubungan Laut Dishubkominfo Sampang Moh. Chotibul Umam. Menurut Moh. Chotibul Umam, selama ini para pekerja maupun penumpang di Pelabuhan tanglok memang belum teregister sebagai peserta program JKK. Tapi, pihaknya saat ini sedang berkomunikasi dengan PT Jasa Raharja (Persero). ”Sebab, kalau sudah menjadi peserta program JKK, para pemilik kapal nanti harus membayar retribusi setiap bersandar di Pelabuhan Tanglok,” ujarnya. Dijelaskan,

187 Peserta Dipastikan Tak Lolos Tes CPNS Sampang

Written by | 01/11/2014 | 0
Kepala BKD Sampang-Slamet Terbang
SAMPANG – Dari 3.621 pendaftar, sebanyak 187 peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Sampang dinyatakan gugur. Ratusan peserta tes tersebut dinyatakan gugur karena tidak menghadiri ujian yang diselenggarakan mulai 20-29 Oktober di SMKN 1 Sampang yang terletak di Jalan Syuhada, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Kota Sampang. Informasinya, ratusan peserta tes CPNS yang absen itu berasal dari luar Sampang. Slamet Terbang selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sampang mengakui ada 187 peserta yang tidak hadir saat tes digelar. Dia juga mengungkapkan, ada peserta tes CPNS yang datang terlambat. ”Secara umum, pelaksanaan tes CPNS di Sampang berjalan sukses dan lancar. Sebab, kami tidak menjumpai kendala,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas PU Cipta Karya

Harga Garam di Bawah HPP, Petani Sebut Ada Permainan Tengkulak

Written by | 01/11/2014 | 0
TERIK: Petani garam di Kelurahan Polagan, Kota Sampang mengumpulkan hasil panen garam di tambaknya, kemarin.
SAMPANG – Lagi-lagi persoalan harga garam dikeluhkan petani. Tata niaga yang tidak propetani membuat petani merugi. Pasalnya, harga garam yang berlaku untuk petani jauh di bawah Harga Pokok Pembelian (HPP). Bahkan, dibandingkan HPP garam dengan kualitas paling rendah pun harga garam yang dipatok kepada petani masih rendah. Buktinya, garam rakyat masih dihargai Rp 350 per kilogram. Angka tersebut lebih rendah dibanding HPP garam kualitas III (K3) yang ditentukan Rp 450 per kilogram. Keluhan petani semakin menjadi karena petani yakin kualitas garam mereka lebih baik dari grade K3. Namun, jangankan untuk masuk kategori garam K1 yang memiliki HPP Rp 750, dianggap masuk K2 dengan HPP Rp 550 per kilogram pun tidak. Sirat, salah satu petani garam asal Desa Aeng Sareh, Kecamatan Sampang menerangkan,

Wabup Sampang Sidak 10 Paket Proyek

Written by | 31/10/2014 | 0
PANTAU: Rombongan wakil bupati meninjau pembangunan embung di Desa Daleman, Kecamatan Robatal, kemarin.
SAMPANG – Wakil Bupati (Wabup) Sampang Fadhilah Budiono bersama sejumlah pihak dari Bagian Pembangunan Setkab Sampang menggelar inspeksi mendadak (sidak) proyek 2014, kemarin (30/10). Terdapat 10 paket proyek yang didatangi rombongan sidak. Seluruh lokasi tersebar di lima kecamatan. Hasil pantauan Wabup, pengerjaan pembangunan sudah di atas 50 persen. Bahkan, sudah ada pengerjaan yang mencapai 70 persen. Proyek pembangunan yang didatangi rombongan di Kecamatan Kota Sampang adalah GOR indoor bulu tangkis senilai Rp 1.766.150.000. Proyek ini sudah mencapai 53 persen. Proyek dari dana alokasi umum (DAU) itu dikerjakan CV Baruna. Lokasi lainnya adalah pembangunan drainase senilai Rp 2.486.151.000 di Jalan Wahid Hasyim yang dikerjakan CV Setia Jaya. Pembangunan di titik ini mencapai 65 persen.

Copet Dihajar Pengunjung Pasar Srimangunan

Written by | 31/10/2014 | 0
DIPERIKSA: Kasatreskrim AKP Hari Siswo menginterogasi tersangka penjambretan di Ruang Kanit I Pidum Satreskrim Polres Sampang, kemarin.
SAMPANG – Ibnu harus melewati hari-harinya di balik sel penjara. Pria berusia 33 tahun asal Desa Anggersek, Kecamatan Camplong itu tertangkap tangan melakukan penjambretan terhadap salah seorang pengunjung Pasar Srimangunan yaitu Kopsin, kemarin (30/10). Untungnya, pelaku diamankan petugas keamanan pasar dan selanjutnya diserahkan ke polisi. Namun, badan Ibnu sudah babak belur karena sebelumnya dihajar massa. Syamsiyah, salah seorang warga Desa Mandangin yang mendampingi Kopsin selama berada di Pasar Srimangunan menuturkan, saat melintas di lapak yang berjualan buah-buahan, dari arah belakang tiba-tiba muncul pria berbadan kurus membuka ritsleting tas Kopsin. Kemudian pria tersebut mengambil sejumlah uang yang ada di dalam tas. ”Paman (Kopsin, Red) langsung memegang kerah baju dan keduanya

Honor Karyawan Outsourcing Wajib Sesuai UMK 2015

Written by | 31/10/2014 | 0
Kadinsosnakertrans-Malik Amrullah
SAMPANG – Kasus pemberian honor yang tidak sesuai upah minimum kabupaten (UMK) oleh perusahaan outsourcing di RSUD Sampang berbuah positif. Buktinya, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Sampang sudah mengusulkan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar nominal honor yang diterima karyawan perusahaan outsourcing sesuai UMK 2015. ”Itu berlaku untuk tenaga kebersihan dan satpam. Khusus tenaga administrasi masih mengacu ke aturan lama, yaitu Rp 30 ribu per hari,” ujar Kepala Dinsosnakertrans Sampang Malik Amrullah. Menurut Malik Amrullah, nominal UMK yang diusulkan pada tahun 2015 sekitar Rp 1.175.000 atau Rp 1.200.000. ”Nanti, honor yang diberikan kepada karyawan perusahaan outsourcing setara dengan UMK 2015. Saya tegaskan, honor yang diberikan harus sesuai

Ormas GAIB Datangi Dewan-Kejari, Desak Tuntaskan Kasus Tipikor

Written by | 30/10/2014 | 0
DESAK: Orator menyampaikan aspirasinya di depan Kantor Kejari Sampang, kemarin.
SAMPANG – Kantor DPRD dan Kejari Sampang kemarin kembali didatangi massa. Kali ini yang datang ke kantor wakil rakyat dan Korps Adhyaksa adalah dikomando Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Anak Indonesia Bersatu (GAIB). Tujuannya, sama seperti demo yang berlangsung sehari sebelumnya, mendesak kasus dugaan tindak padana korupsi (tipikor) yang ditangani Kejari Sampang dituntaskan dan para tersangka ditahan. Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Madura, demo di Kantor DPRD Sampang berlangsung sekitar pukul 09.00. Setelah menyampaikan aspirasi, perwakilan Ormas GAIB masuk ke kantor dewan dan beraudiensi. Wakil ketua Komisi I DPRD Sampang menyatakan akan menampung aspirasi pedemo. Setelah beraudiensi dengan dewan, massa kemudian melanjutkan aksinya ke Kantor Kejari Sampang yang terletak di

Desa Dicatut, Mantan Kades Berang

Written by | 30/10/2014 | 0
radar1
SAMPANG – Muhtadi selaku mantan Kepala Desa (Kades) Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, berang. Sebab, Persatuan Mahasiswa Sampang (PMS) menyebut ada program bantuan bibit dan pupuk fiktif di Gunung Eleh. Padahal, Desa Gunung Eleh pada tahun ini tidak menerima bantuan yang dikucurkan oleh Dinas Pertanian (Disperta) Sampang tersebut. ”Nama desa kami dicatut. Padahal desa kami tidak pernah mendapatkan bantuan itu. Apa tidak malu saya selaku mantan Kades yang baru purnatugas. Ini masalah sensitif karena Pejabat Sementara (Pjs) Kades Gunung Eleh adik saya. Khawatir nanti kami dituduh tidak menyampaikan bantuan itu kepada masyarakat. Padahal desa kami tidak mendapatkan bantuan itu,” tegasnya berkali-kali. Menurut Muhtadi, seharusnya yang dijadikan contoh adalah desa lain yang benar-benar menerima

Tangkal Bahaya Narkoba, 50 Polisi Dites Urine

Written by | 29/10/2014 | 0
MENDADAK: Tim urkes memeriksa urine anggota Polres Sampang usai mengikuti apel rutin, kemarin.
SAMPANG – Kapolres Sampang AKBP Yudo Nugroho Sugianto tidak mau kompromi dengan anggota Polri yang melanggar aturan. Utamanya, penyalahgunaan dan penggunaan narkoba. Sebelum berperang memberantas narkoba, dia ingin memastikan anggotanya benar-benar bersih. Karena itu, Kapolres bersama 50 anggotanya mengikuti tes urine, kemarin (28/10). Itu dilakukan karena Kapolres menghendaki anggota Polres Sampang bersih dan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Pemeriksaan tes urine yang digelar di ruang Seksi Profesi Dan Pengamanan (Propam) Polres Sampang itu tentu saja membuat anggota kelabakan. Sebab, pemeriksaan dilakukan mendadak dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Tes urine kemarin merupakan pemeriksaan pertama. Sesuai jadwal, pelaksanaan tes urine akan terus dilakukan. Berdasar pantauan

BKD dan Disdik Harus Cari Solusi, Terkait Polemik SK Mutasi Guru PJOK

Written by | 29/10/2014 | 0
radar1
SMAPANG – Komisi IV DPRD Sampang mendesak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang mencari solusi atas polemik terbitnya surat keputusan (SK) mutasi guru pengajar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) berinisial GA ke SMAN 1 Sampang. ”Jika dalam waktu dekat belum ada solusi, pihak terkait akan kami panggil,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Amin Arief Tirtana. Amin Arief Tirtana menilai, mutasi guru pengajar PJOK tidak prosedural. Dia juga menuding BKD main mata dengan guru berinisial GA tersebut. ”Sebab, terbitnya SK mutasi tanpa melampirkan rekomendasi disdik dan tidak ada permintaan dari Kepala SMAN 1 Sampang. Lalu, apa dasar BKD memutasi guru berinisial GA itu. Kalau saat berdinas di SMAN 1 Sampang dulu pernah terlibat kasus, kenapa dimutasi