1:59 pm - Saturday January 31, 2015

Archive: Sampang Subscribe to Sampang

Polisi Kejar Tersangka Baru, Pascapenggerebekan Pesta Sabu

Written by | 30/01/2015 | 0
BEKUK: Mantan anggota DPRD Sampang Muaffan bersama dua rekannya digelandang ke ruang Satreskoba Polres Sampang, kemarin.
SAMPANG - Kepolisian Resor (Polres) Sampang terus berupaya mengungkap jaringan peredaran barang haram jenis sabu yang marak beredar di Kota Bahari. Pasca ditangkapnya mantan anggota DPRD Sampang Muaffan bersama dua rekannya, polisi sudah mengantongi nama tersangka baru. Hingga kemarin (29/1), Polres Sampang masih melakukan pengejaran terhadap tersangka yang diduga terlibat dalam pesta sabu-sabu tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tiga tersangka, polisi mendapatkan informasi terbaru ada keterlibatan peran pihak lain saat pesta sabu di Kecamatan Kedungdung itu. Sayangnya, korps baret cokelat masih merahasiakan identitas tersangka baru yang masih dalam pengejaran. Kapolres Sampang AKBP Yudo Nugroho Sugianto melalui Kasatreskoba AKP Syaiful Anam menegaskan, pihaknya tidak bisa membeberkan

Protes Molornya Pengesahan Raperda Pilkades,

Written by | 30/01/2015 | 0
SALING TARIK: Sejumlah mahasiswa melakukan aksi teatrikal dengan menutup mulut sebagai kritikan atas molornya pengesahan raperda pilkades di depan Kantor DPRD Sampang, kemarin.
Gelar Teatrikal dan Aksi Tutup Mulut  SAMPANG - Molornya pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) pemilihan kepala desa (pilkades) di Kabupaten Sampang menuai kritikan dari kalangan aktivis. Buktinya, sejumlah mahasiswa dan pemuda yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Menggugat (APM) melakukan aksi tutup mulut di depan gedung DPRD Sampang dan Kantor Pemkab Sampang, kemarin (29/1). Pantauan Jawa Pos Radar Madura, demonstran melakukan aksi teatrikal dan menutup mulut dari Jalan Wijaya Kusuma. Demonstran mendatangi kantor DPRD dan menaruh spanduk yang berisi protes terhadap anggota dewan. Hal itu dipicu molornya pengesahan raperda pilkades. Aksi tersebut berlanjut hingga ke depan gedung Pemkab Sampang. Dalam aksi teatrikal, demonstran memperagakan pihak dewan tarik-menarik mengenai pembahasan

Disperindagtam Sampang Temukan Apel Berbakteri

Written by | 30/01/2015 | 0
SISIR: Petugas Disperindagtam Sampang memeriksa apel di sejumlah toko buat dan swalayan di Kabupaten Sampang, kemarin. (Insert) Jenis apel granny smith beredar di Sampang.
Apel Granny Smith Beredar di Sampang SAMPANG - Larangan penjualan apel jenis granny smith dan apel gala dari Bidart Bros Amerika ditetapkan pemerintah Indonesia beberapa hari lalu. Hal itu dikarenakan apel tersebut terkontaminasi bakteri yang membahayakan, sehingga pemerintah meminta menarik peredaran apel impor tersebut dari pasaran. Akan tetapi, banyak warga dan penjual belum tahu atas larangan penjualan apel berbahaya itu. Buktinya, apel jenis granny smith yang terkontaminasi bakteri listeria monocytogenes masih beredar di wilayah Sampang. Hal itu terungkap dari hasil razia dinas perindustrian dan perdagangan (disperindagtam) di sejumlah toko buah dan toko modern, kemarin (29/1). Akibatnya, petugas disperindagtam menyita sedikitnya tiga buah apel granny smith dari salah satu toko buah

Garam Rakyat Meroket

Written by | 30/01/2015 | 0
MENINGKAT: Petani garam sedang beristirahat di gudang di Desa Madegan, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang.
SAMPANG – Produksi garam rakyat di Sampang meroket. Jika pada 2013 lalu petani garam di kabupaten ini hanya mampu memproduksi 169.960 ton garam, pada 2014 mereka mampu memproduksi 280.411 ton. Sayangnya, tingginya kuantitas garam tersebut tidak dibarengi dengan harga yang menjanjikan. Banyaknya hasil produksi garam tersebut berdasarkan data yang ada di Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Sampang. ”Banyak hasil panen sekarang. Lumayanlah, lebih banyak dari panen tahun sebelumnya,” terang Kabid Kelautan DKPP Sampang Mahfud melalui staf bagian Produksi Garam DKPP Sampang, Ira Mofiroh. Namun, tingginya kuantitas tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas. Menurut Ira, kualitas garam rakyat masih tergolong rendah. Hal itulah yang membuat harga garam rakyat tetap tidak

Produksi Garam PT Garam Capai 68.763 Ton

Written by | 29/01/2015 | 0
DIKEMAS: Pekerja mengemas garam di salah satu gudang garam milik PT Garam di Kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang, kemarin.
Selama Masa Produksi 2014 PANGARENGAN – Hasil produksi garam di lahan milik PT Garam Persero yang berada di wilayah Sampang meningkat selama 2014. Diketahui, hasil produksi di lahan tambak yang terpusat di Kecamatan Pangarengan mencapai 68.763 ton. Akan tetapi, hasil produksi yang melimpah diyakini tidak berpengaruh terhadap penghasilan perusahaan. Pasalnya, harga garam selama 2014 dinilai masih murah. Petugas Pengawas Gudang PT Garam di wilayah Sampang Imam Syafii saat di temui Jawa Pos Radar Madura di gudang penyimpanan garam menuturkan, produksi garam memang meningkat dari pada tahun sebelumnya. ”Harga garam tergantung pembeli dipasaran. Walaupun ada banyak pembeli, namun ketika harga garam murah warga tidak menjual garamnya,” paparnya. Kepala Bagian Penggaraman Sampang Rofii menuturkan,

KP3M Sampang Terkesan Lepas Tangan, Terkait Maraknya Reklamasi

Written by | 29/01/2015 | 0
MATI: Tanaman mangrove tinggal akarnya pasca ditebang di Pantai Desa Sejati, Kecamatan Camplong, kemarin.
SAMPANG – Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang dalam pengawasan terhadap kelestarian lingkungan di wilayahnya perlu dipertanyakan. Sebab, banyaknya penebangan mangrove dan reklamasi pantai tidak mendapatkan perhatian serius dari pemkab. Buktinya, Kantor Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal (KP3M) mengaku tidak berwenang dengan adanya reklamasi di Kota Bahari. Hampir semua dinas dan badan menyatakan tidak berwenang dalam persoalan reklamasi tersebut. Bahkan terkesan saling lempar tanggung jawab. Sehingga, wajar saja jika reklamasi semakin marak. Salah satunya, reklamasi yang ditengarai untuk pelabuhan migas milik PT Sampang Sarana Shorebase (PT SSS). Kenyataannya, meski proyek tersebut sudah dikerjakan sejak 2012 lalu, tidak ada tindakan dari pemerintah. Kepala KP3M Sampang

Lima Poin UU Desa Terindikasi Memicu Konflik

Written by | 29/01/2015 | 0
radar1
DPRD akan Datangi Kemendagri SAMPANG – Molornya pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) pemilihan kepala desa (pilkades) yang dibahas panitia khusus (pansus) DPRD Sampang mulai terjawab. Hal itu dikarenakan tim pansus kesulitan mensinkronkan aturan baru yang dinilai banyak kontroversi dengan kondisi di desa. Sehingga, dalam waktu dekat DPRD Sampang akan mendatangi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk melakukan musyawarah. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, pansus raperda pilkades sempat dibekukan beberapa waktu lalu. Itu dilakukan akibat pembahasan raperda pilkades melebihi jadwal pembahasan yang telah diatur oleh badan musyawarah (bamus) sebelumnya. Namun mulai hari ini pembahasan mulai dilakukan. Ketua Pansus DPRD Sampang Agus Khusnul Yaqin mengaku pelik dalam

Kuli Bangunan Cabuli ABG

Written by | 29/01/2015 | 0
DIGELANDANG: Tersangka kasus pencabulan dikeler ke Mapolres Sampang pada Sabtu (24/1) lalu.
SAMPANG – Tindakan amoral terhadap anak baru gede (ABG) kembali terjadi di wilayah hukum Kabupaten Sampang. Berdalih cari istri, Joko, mendekati keluarga Bunga (nama samaran, Red). Diduga kuat, korban yang masih berusia 16 tahun tersebut berhasil digagahi setelah diberi minuman yang dicampur obat bius. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, tersangka sebelumnya pernah menjadi kuli bangunan di rumah korban yang terletak di Desa Aeng Sareh, Kecamatan Kota Sampang. Pria berusia 28 tahun itu lalu mendekati keluarga Bunga dengan dalih mau mencari istri. Selanjutnya, tersangka merajut komunikasi dengan keluarga Bunga. Selang beberapa bulan kemudian, Joko mengajak Bunga ke Pamekasan. Saat itu, tersangka mengajak Bunga ke rumah salah seorang temannya yang berada di Desa/Kecamatan Tlanakan,

Simpan Sabu-Sabu, Muaffan Dipenjara Lagi

Written by | 29/01/2015 | 0
DITANGKAP: Anggota Kodim 0828 Sampang didampingi aparat kepolisian membawa tiga tersangka pada Selasa (27/1) malam.
SAMPANG – Mantan anggota DPRD Sampang A. Muaffan kembali berurusan dengan aparat penegak hukum. Jika sebelumnya divonis hukuman empat bulan penjara karena terbukti bersalah melakukan penipuan, pada Selasa (27/1) malam dia ditangkap tim gabungan Koramil Kedungdung dan Seksi Intelijen Kodim 0828 Sampang atas dugaan kepemilikan dan menyimpan sabu-sabu (SS). Selain A. Muaffan, prajurit TNI juga menangkap dua warga lainnya, yaitu Salim dan Holis. Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, personel Seksi Intelijen Kodim 0828 Sampang awalnya menerima informasi akan ada pesta SS di Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung. Sambil berkoordinasi dengan Koramil Kedungdung, tim seksi intelijen pun meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Setelah memastikan informasi valid, tim gabungan langsung

Ribuan Mangrove Sengaja Ditebang

Written by | 28/01/2015 | 0
TINGGAL AKAR: Ribuan pohon mangrove mati karena ditebang untuk memuluskan reklamasi di Pantai Dusun Ketapang, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, kemarin.
Diduga akibat Rencana Pembangunan Dermaga Migas CAMPLONG – Kondisi tanaman mangrove di Dusun Ketapang, Desa Sejati, Kecamatan Camplong sangat memperihatinkan kemarin (27/1). Ribuan pohon mangrove tersebut tinggal akarnya. Diduga, mangrove yang berfungsi sebagai penahan abrasi pantai itu sengaja ditebang untuk memuluskan kegiatan reklamasi. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, ribuan pohon mangrove sudah mengering. Penebangan terjadi di sepanjang reklamasi yang diduga merupakan proyek dermaga. Namun, hingga kemarin tidak jelas pemilik proyek yang melakukan reklamasi tersebut. Reklamasi itu memanjang sekitar 100 meter di bibir pantai. Reklamasi tersebut direncanakan untuk dibangun dermaga milik PT Sampang Sarana Shorebase (SSS). Sementara itu, perahu nalayan tidak bisa berlabuh ke