7:35 pm - Friday October 31, 2014

Rokat Tase’, Budaya Pesisir Menjaga Kerukunan Antarnelayan

Written by | 12/09/2013 | 0
LESTARIKAN BUDAYA: Beberapa masyarakat Desa Lembung, Kecamatan Galis, bersiap melarung sesaji ke tengah laut.

Beberapa masyarakat Desa Lembung, Kecamatan Galis, bersiap melarung sesaji ke tengah laut.

PAMEKASAN- Petik laut di Madura dikenal dengan rokat tase’. Acara budaya yang banyak melibatkan orang sebagai bentuk rasa syukur. Dari tahun ke tahun jadi acara wajib. Tiga hari lamanya para nelayan di Desa Lembung, Kecamatan Galis, tak melaut. Penyebabnya bukan cuaca, gelombang atau tangkapan yang sedikit. Mereka melakukan itu demi mematangkan persiapan acara rokat tase’ atau petik laut.

Puncak acara rokat tase’ ditandai dengan dilarungnya sesaji yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Isi sesaji itu di antaranya beberapa jajanan pasar, kue basah dan kue kering, aneka buah-buahan, gabah, ayam yang masih hidup, dan lain-lain. Semua itu, diletakkan di sebuah perahu kecil, lalu dilarung ke tengah laut.

Sebelum melarung kapal yang berisi barang-barang sesaji ke tengah laut itu, ada sejumlah ritual. Menuju tengah laut, kapal berisi sesaji diantar puluhan perahu yang telah dihias sedemikian rupa. Perahu-perahu juga diperbaharui catnya, guna melangsungkan acara pelarungan ini.

Tak ayal, suasana di bibir pantai Desa Lembung begitu tampak meriah. Sebab, puluhan perahu yang biasanya terlihat usang, kemarin mendadak cerah merona dengan warna yang serba terang. Merah, hijau, kuning, biru, dan lain sebagainya.

Selain itu, para nelayan dan keluarganya tampak sangat antusias menjalani acara tahunan ini. Mereka semua berkumpul di pinggir pantai sambil bersenda gurau akrab. Setelah semua siap, semuanya naik ke atas perahu untuk menyerahkan sesaji ke tengah laut.

Saat acara rokat tase’ ini berlangsung, Desa Lembung Bengkal, menjadi sepi. Semua warganya sedang berada di atas perahu. Untuk berjaga-jaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, beberapa aparat Komando Rayon Militer (Koramil) Pademawu dan Kepolisian Sektor (Polsek) Pademawu berjaga di desa tersebut.

Sebelum acara pelarungan itu, dua hari sebelumnya diadakan beberapa acara. Digelar acara tayyub (sinden), keesokan harinya (10/9) digelar acara sronen. ”Puncaknya sekarang. Para nelayan akan melarung sesaji yang telah dipersiapkan,” ungkap Kepala Desa (Kades) Lembung Hairul Anwar.

Selain itu, sambungnya, rokat tase’ sebagai ajang pelestarian budaya nenek moyang. Juga untuk menjaga kebersamaan, kekompakan dan keakraban antarnelayan setempat. ”Jangan sampai ada konflik sesama nelayan, misalnya rebutan tangkapan ikan. Semua ikan di laut itu adalah milik bersama. Itu pemberian Tuhan,” tukas salah satu nelayan Ibnu, 40. (suf/mad)

————————————

Dipostingkan oleh Administrator

radarmadura.co.id – Jawa Pos Radar Madura

Filed in: Hot News, News, Pamekasan

No comments yet.

Leave a Reply