6:17 pm - Monday October 20, 2014

Dipanggil Kejagung

Written by | 22/08/2013 | 0

Dua Pejabat Sampang Terkait Kasus Direksi PT SMP

SAMPANG-Kasus dua mantan direksi PT Sampang Mandiri Perkasa terus berlanjut. Setelah lama tidak terdengar kabar pasca penetapan direktur  utama PTS SMP Hari Utomo dan Direktur PT SMP Muhaimin sebagai tersangka kemarin (21/8) Kejaksaan Agung (Kejagung) memanggil dua pejabat di pemkab sampang.

Dua pejabat tersebut adalah Kepala Dinas Pendapat pengelolaan keuangan dan aset (Dispendaloka) Suhartiini Septiani dan kelapa Perpustakaan Sampang Harunur Rasyid. Keduanya dipanggil sebagai saksi atas kasus yang menjerat Hari Utomo dan Muhaimin. Sebab, saat kedua direksi PT SMP itu menjabat Suhartini menduduki jabatan sekretaris dispendaloka sedangkan Harunur Rasyid menjabat sebagai Kabag Hukum di Setkab Sampang.

Informasi pemanggilan terhadap dua pejabat tersebut disampaikan pihak Kejagung. Direktur Penyidikan Kejagung RI Adi Togarisman kepada Jawa Pos radar Madura membenarkan jika keduanya kemarin di panggil. ”Ada dua orang yang dipanggil, Sekarang ini lagi diperiksa,” ucapnya saat dihubungi kemarin pada pukul 15.00 wib.

Mengenai kebenaran dua pejabat yang dipanggilnya, Adi tidak membantahnya. ”Ia benar dua orang itu (Suhartini dan Harunur Ryasid, red). Yang satu Dispendaloka. Satunya Mantan Kabag Hukum,” urai Adi lebih jelas.

Adi menuturkan pemanggilan keduanya sebagai saksi atas dua tersangka mantan Direksi PT SMP. ”Materi pemeriksaan berkaitan dengan peristiwa pidana terhadap dua orang yang sudah ditetapkan tersangka. Tentu keterangan yang kami gali mengarah ke pembuktian sesuai dengan kapasitas saksi,”tutur pria asal Sumenep tersebut.

Ditanya sudah berapa saksi yang diperiksa, Adi tidak menjelaskan secara rinci. ”Banyak sudah, sebelumnya sudah berapa orang lupa,” ucap Adi yang kemarin dihubungi melalui saluran telepon.

Apa ada kemungkinan saksi atau pejabat sampang yang akan dipanggil lagi? Mantan Jubir Kejagung RI itu menuturkan tergantung laporan dari tim penyidik yang selama ini bekerja.”Saya masih menunggu laporan dari penyidik saya. Apakah masih memerlukan pihak lain atau tidak. Kalau masih membutuhkan tentu akan kami panggil, tapi kalau sudah cukup kita akan secepatnya melakukan pemberkasan,” pungkasnya.

Lain Adi, lain pula pernyataan Suhartini dan Harunur Rasyid. Meski dengan jelas pihak kejagung sedang mengatakan keduanya sedang diperiksa. Namun dua pejabat tersebut kompak membantah informasi yang diterima Koran ini. Keduanya terkesan ingin menutupi pemanggilan tersebut.

”Kata siapa saya dipanggil Kejagung, memangnya terkait apa,” kelit Harunur Rasyid saat dihubungi lewat saluran telpon kemarin.Menurutnya, sedikitpun tidak ada keterkaitan dirinya dengan persoalan BUMD yang saat ini lagi gencar diperbincangkan masyarakat.

Bahkan Harunur mengaku jika dirinya tidak ada kaitan dengan kasus dua mantan direksi PT SMP.  ”Apa yang mau dipanggil, saya kepala perpusatakaan tidak ada kaitannya,”tutur Harunnur Rasyid.

Hal senada juga diungkapkan oleh Suhartini. Saat ditanya mengenai adanya pemangilan yang dilakukan pihak Kejagung. Suhartini berusaha mengelaknya. ”Kata siapa? Tidak saya tidak dipanggil, itu siapa yang bilang,”tanyanya lantas ketawa.

Suhartini malah meyakinkan jika dirinya kemarin sedang berada di rumahnya. Sayangnya ketika Jawa Pos Radar Madura hendak menemuinya, Suhartini berkelit akan main Volly. ”Abis ini saya main volley, selesainya jam berapa ya?,”ucapnya saat dihubungi lewat saluran telpon.

Namun saat Jawa Pos Radar Madura mengatakan bersedia menemuinya ddi lapangan Volley, Suhartini terkesan enggan. Bahkan, dia mengtaku ada acara keluarga di Desa Mambulu Kecamatan Tambelangan. ”Saya selesainya mala mini soalnya ada acara mantenan. Kalau sampeyan tidak percaya silahkan ke Tambelangan,”pungkasnya sambil tertawa.

Sementara itu Sekda Sampang Puhtut Budi Santoso MENGAKU tidak tahu menahu soal pemanggilan kedua bawahannya. ”Saya lupa, tapi kadang-kadang kalau ada pemanggilan itu langsung ke pejabatnya Yang jelas sampai saat ini belum ada komunikasi,”ucapnya kepada Jawa Pos radar madura kemarin.

Ditanya soal prosedur PNS jika menghadiri pemanggilan atau undangan, Puhtut menjelaskan semestinya harus menggunakan surat dinas. ”Kalau PNS keluar selama ini belum ada, saya tidak pernah menandatangani,”pungkasnya.(gik)

———————————-

Dipostingkan oleh Administrator

radarmadura.co.id – Jawa Pos Radar Madura

Filed in: News

No comments yet.

Leave a Reply